Lengan-lengan yang melepaskan diri dari pelukan,
sedang belajar saling merelakan
seperti embun meninggalkan dedaunan.
Barangkali begitulah cinta diciptakan sebagai penguji
sebab bahagia, sayang, ialah sebuah kepulangan. Maka,
pergilah tanpa keraguan. Berkelanalah ke tempat-tempat
yang jarang terbuka: bibir, lengan, dan dada.
Lalu kirimkan kepadaku sebuah kartu pos
dan puisi –tentang bagaimana memeluk jarak
dan sendiri.
copas from http://ndigun.wordpress.com/page/4/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar